RUMITNYA PENYALURAN BANTUAN KE WILAYAH KONFLIK || Maulana Mustofa Attamfany


Di lansir dari akun facebook Maulana Mustofa Attamfany, mengenai rumitnya penyaluran bantuan ke wilayah konflik. Monggo di simak :)

Mungkin dalam benak orang menyalurkan bantuan itu sederhana. Tapi faktanya rumit juga.
Penyaluran bantuan bukan sekedar bawa uang, Kasih ke orang yang butuh mentahannya, Atau dibelikan barang misal sembilan bahan pokok, Masukkan dalam kardus, Lalu berikan ke pengungsi di tenda-tenda atau di shelte, Ambil foto video, Dan selesai.
Dari pengalaman, Sering sekali bantuan berupa barang itu dijual lagi oleh penerima karena mereka lebih butuh duit. Atau karena kesalahan kita; Memberi bahan makanan pokok tapi ga ngasih kompornya. Lha gimana mau dimakan tu beras terigu gandum minyak goreng ? Ditelan mentah-mentah ?
Umumnya penerima bantuan berpikir sederhana :
"Jual sembako ini biar dapat duit untuk beli roti yang sudah jadi"
Ga ada yang salah, Kalau di posisi mereka saya pun akan berbuat serupa
Belajar dari pengalaman orang lain (AlhamdulIllah kita ga pernah melakukan itu), GF (waktu itu namanya MMS), Melangkah lebih jauh dengan mengadakan pabrik roti
Ide awal dari syaikh Khalid yang diteruskan oleh Ihsanul Faruqi pada saya. Ga tunggu lama, 1 bulan kemudian saya menyusul ke Suriah, Segera keliling melakukan survey
Kami mengunjungi pabrik roti di kota lain, Ngecek hasil produksinya, Mencermati kualitas roti, Kebersihan, Serta kecocokan hati antara kami dengan pengelola
Jangan salah, Ini negara perang ! Orang jahat dan orang baik jadi satu. Seringkali penjahat berjuang di parit yang sama dengan orang beriman. Tapi ketika perang berhenti dan kehidupan harus dijalani, Serta derita anak istri di depan mata, Atau setan begitu kuat menggoda, Apapun akan dilakukan
Sedangkan orang baik terus membaktikan diri dan berkorban tiap saat. Ada atau tidak ada perang, Kebaikan mereka tetap menjulang, Dikenali penduduk langit dan bumi karena keikhlasannya
Maka penyaluran bantuan bukan sekedar ada proyek yang perlu dibiayai maupun pencairan dana dan dokumentasi. Melainkan yang paling penting adalah untuk siapa, Bagaimana, Dan seperti apa
Waspada sob ! Di sana, Maling dan Syaikh sama-sama jago bahasa Arab
Balik ke kisah pabrik roti. Berhari-hari kami berdebat, Juga melihat orang lain berdebat. Selesai perdebatan dan titik temu didapatkan, Mulailah fase berikutnya
Menghitung biaya, Menanyakan detail operasional mulai pembelian bahan baku, Transportasi, Kendala, Sampai gaji dan pengawasan pekerja. Semuanya kami selesaikan sebelum bersalaman mengucap akad
Dan memang begitulah seharusnya kita bekerjasama, Sebelum menyerahkan urusan pada Allah
AlhamdulIllah berkah dari-Nya selalu turun bagi mereka. Bantuan selalu datang tanpa diduga. Sering sekali ketika jumlah donasi kurang dari yang dibutuhkan, Satu dua hari menjelang pengiriman dana, AlhamdulIllah selalu ada donatur misterius yang melengkapi puluhan juta bahkan ratusan juta kekurangannya
Kini pabrik roti Indonesia telah memasuki jilid II. Jilid I sudah selesai karena wilayahnya sudah kosong diambil Rusia
Pabrik jilid II inipun mengejutkan, Setahun lalu tiba-tiba ada akun misterius menginbox ke FP Misi Medis Suriah. Nawarin pengen bikin pabrik roti. Beliau langsung minta rincian biaya, Ditawari harga yang sama dengan pabrik pertama. Lalu oleh admin diteruskan ke saya
Masya Allah, Sekali bertemu beliau langsung memberikan USD 85 ribu. Cukup untuk bangun pabrik berkapasitas produksi lebih besar. Mesinnya dibeli langsung dari kota Aleppo timur sebelum dikepung
Rencana awal adalah roti gratis bagi siapapun di Suriah. Bahkan hitung-hitungan operasional produksi bulanan sudah disiapkan, Sekira USD 20 ribu sebulan.
Tapi sekali lagi Allah menginginkan kita beradaptasi. Dewan Kota mengeluarkan sebuah aturan :
"Roti dari pabrik manapun dilarang dibagikan gratis"
Alasannya karena pada era roti gratis banyak sekali kemubadziran. Orang-orang mengambil lebih banyak untuk keluarganya karena malas pulang pergi setiap hari ke pabrik roti atau ke titik-titik dropping roti. Karena itu jumlah penerima jadi lebih dikit. Yang seharusnya 1000 lembar bisa untuk 100 keluarga, Karena kerakusan itu penerimanya hanya 60-70 keluarga
Bahkan ada oknum nakal memanfaatkan roti gratis untuk dijual ke warga lain yang jauh dari lokasi pabrik
Maka tim memutar otak. Jangan lagi mensubsidi pabrik, Tapi mensubsidi penerima lewat santunan agar sanggup beli sesuai jumlah kebutuhan. Serta membagi gratis secara langsung kepada yang jelas-jelas membutuhkan setelah didapatkan data berapa persisnya kebutuhan roti setiap mereka perharinya
Dengan begitu tidak ada orang yang mengambil diluar kebutuhannya, Dan hanya orang yang terdata yang bisa mendapatkan secara gratis
Cerita pabrik roti mirip dengan Winter Project 2015
Saat itu penggalangan dana direncanakan untuk belanja pakaian musim dingin. Satu paket harganya Rp.300rb
Tapi di lapangan akhirnya sebagian besar donasi kita belikan pemanas dan solar. Sisanya baru dibelikan baju hangat karena pemanas jauh lebih mereka butuhkan, Dan baru datang bantuan banyak sekali pakaian hangat dari kontainer tim kemanusiaan Eropa
Jadilah 2800 paket alat pemanas dan cerobongnya, Ditambah 56 ribu liter solar kita bagikan dari donasi antum
Syukurnya, Ga ada satupun donatur yang komplain. Promonya baju tapi kok jadinya minyak bakar ?
Lebih bersyukurnya, Antum justru tambah percaya.
Itulah rumitnya penyaluran bantuan menurut kacamata kami, Dan cara mengatasinya tentu menyesuaikan kondisi di lapangan
Terlepas dari adanya kekurangan, Entah karena human error atau keterbatasan tim dalam memverifikasi masalah di lapangan. Kami selalu berusaha semaksimal mungkin untuk menghadirkan manfaat setinggi-tingginya
Sekarang AlhamdulIlah makin banyak lembaga kebaikan Indonesia yang beraksi di Suriah. Bahkan yang NGO-NGO besar Indonesia kini tertarik mebiayai pabrik roti, Kurban, Winter Project dll
Makin banyak pilihan bagi antum untuk membantu. Lewat manapun silakan, Yang penting jangan berhenti berbuat baik sampai ajal menjemput.
Jika masih percaya lewat GF/MMS, Monggo segera transfer, Bisa lewat no rek cak Ihsan:
# MANDIRI 1710 0015 0674 3
# BCA 2980 5299 35
# BRI 1261 0100 1798 500
Semua rekening atas nama Ihsanul Faruqi
*Konfirmasi
087835555560 (XL)
081215555560 (Telkomsel).

Sumber; https://www.facebook.com/permalink.php?story_fbid=310157069448144&id=100013615601511

Komentar

Postingan populer dari blog ini

I'ROB BISMILLAH BESERTA PENJELASANNYA || KhTL

MINYAK TANAH, HAROM? -KhTL

MUHAMMAD BIN IDRYS (Imam Syafi'ie), SEBILAH LIDI DAN LIURNYA